Memasuki ajaran baru sekolah berarti tanda selesainya liburan bagi anak sekolah begitu juga bagi gurunya, melepaskan semua masa-masa dimana indahnya liburan mulai dari kota sampai desa, yang tinggal di kota pergi ke desa mencari tempat hiburan hati, yang di desa begitu pula pergi ke kota liburan belanja-belanja memuaskan keinginannya.
Ada istilah status pernah lintas atau lewat bunyinya, di
rumah banyak uang, keluar bangkrut, kira-kira begitu,
Memang ia, kalua keluar rumah sudah pasti uang keluar yang akan
dibantingnya, sementara bertahan di rumah jiwa terancam tidak bisa tenang karena
motifnya stagnan, berdiam diri hanya di rumah.
Tapi sebenarnya liburan dan sekolah ini adalah sebuah keseimbangan
(balanced) hidup tanpa keseimbangan tidak akan teratur atau sebuah refresh
dan press, sehingga masuk sekolah semua pada semangat tanpa loyo tapi
loyalitas tinggi
Karena ada juga satu pendapat mengatakan jika penat, resah,
bingung, salah satu jalan adalah jala-jalan atau refreshing, orang
menyebutnya dengan healing begitu.
Sebenarnya tidak ada permasalahan yang penting tidak
mengganggu dan merusak ekonomi keluarga, jangan sampai nanti pulang rekreasi
susah untuk makan ini bisa membahayakan, hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan
oleh Gus Baha salah satu kerugian itu atau susahnya ekonomi kita itu adalah kita
beli yang tidak penting-penting, kalau kita tak punya uang rasanya tak perlu
jalan-jalan kesana kemari menghabiskan uang saja
Diatas semua itu yang terpenting adalah himmah
ataupun semangat belajar tidaklah boleh luntur dan kalah dengan healing
tadi karena ada juga orang setelah liburan malas semua untuk bekerja, hal ini
yang kita khawatirkan
Ilmu itu adalah tujuan utama ilmu itu merupakan hadiah dari
Allah, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, sungguh ilmu itu
hadiah-hadiah indah (dari Allah) Allah beri
hadiah itu kepada hamba-Nya yang Dia cintai, tidak bisa ilmu diperoleh
dari jalur keturunan.
Menurut Ustad Muhammad Rivaldi Abdullah pengasuh pesantren Nashirussunah
Mesir itu, kenapa kalau majelis ilmu itu sedikit orang-orang yang bertahan /Istiqamah
? jawabannya adalah hadiah hanya diberikan kepada orang-orang spesial.
Orang yang berilmu itu memang sangat spesial, banyak keutamaan
dan kelebihannya dibanding orang yang banyak mempunyai harta kekayaan melimpah.
Hal ini sudah banyak diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib salah satunya adalah
perbedaan orang berilmu dan orang punya harta adalah kalau orang berilmu, ilmu
itulah yang menjaga mu, kalau orang punya harta maka kita manusia lah yang
menjaganya.
Selamat belajar !

1 Komentar
seminggu lagi sekolah ya
BalasHapus