Memasuki Sekolah Ajaran Baru Semester Ganjil T.P 2025/2026

 



Memasuki ajaran baru sekolah berarti tanda selesainya liburan bagi anak sekolah begitu juga bagi gurunya, melepaskan semua masa-masa dimana indahnya liburan mulai dari kota sampai desa, yang tinggal di kota pergi ke desa mencari tempat hiburan hati, yang di desa begitu pula pergi ke kota liburan belanja-belanja memuaskan keinginannya.

Ada istilah status pernah lintas atau lewat bunyinya, di rumah banyak uang, keluar bangkrut, kira-kira begitu,

Memang ia, kalua keluar rumah sudah pasti uang keluar yang akan dibantingnya, sementara bertahan di rumah jiwa terancam tidak bisa tenang karena motifnya stagnan, berdiam diri hanya di rumah.

Tapi sebenarnya liburan dan sekolah ini adalah sebuah keseimbangan (balanced) hidup tanpa keseimbangan tidak akan teratur atau sebuah refresh dan press, sehingga masuk sekolah semua pada semangat tanpa loyo tapi loyalitas tinggi

Karena ada juga satu pendapat mengatakan jika penat, resah, bingung, salah satu jalan adalah jala-jalan atau refreshing, orang menyebutnya dengan healing begitu.

Sebenarnya tidak ada permasalahan yang penting tidak mengganggu dan merusak ekonomi keluarga, jangan sampai nanti pulang rekreasi susah untuk makan ini bisa membahayakan, hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Gus Baha salah satu kerugian itu atau susahnya ekonomi kita itu adalah kita beli yang tidak penting-penting, kalau kita tak punya uang rasanya tak perlu jalan-jalan kesana kemari menghabiskan uang saja

Diatas semua itu yang terpenting adalah himmah ataupun semangat belajar tidaklah boleh luntur dan kalah dengan healing tadi karena ada juga orang setelah liburan malas semua untuk bekerja, hal ini yang kita khawatirkan

Ilmu itu adalah tujuan utama ilmu itu merupakan hadiah dari Allah, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, sungguh ilmu itu hadiah-hadiah indah (dari Allah) Allah beri  hadiah itu kepada hamba-Nya yang Dia cintai, tidak bisa ilmu diperoleh dari jalur keturunan.

Menurut Ustad Muhammad Rivaldi Abdullah pengasuh pesantren Nashirussunah Mesir itu, kenapa kalau majelis ilmu itu sedikit orang-orang yang bertahan /Istiqamah ? jawabannya adalah hadiah hanya diberikan kepada orang-orang spesial.

Orang yang berilmu itu memang sangat spesial, banyak keutamaan dan kelebihannya dibanding orang yang banyak mempunyai harta kekayaan melimpah. Hal ini sudah banyak diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib salah satunya adalah perbedaan orang berilmu dan orang punya harta adalah kalau orang berilmu, ilmu itulah yang menjaga mu, kalau orang punya harta maka kita manusia lah yang menjaganya.

Selamat belajar !

 

 

Posting Komentar

1 Komentar