Zaman atau masa selalu dinamis dan berputar, manusia harus berani mengikuti dan beradaptasi akan hal tesebut, kalau tidak ia akan terbalut dan terguling kedalam masa silam dan akan tertinggal disana tanpa waktu yang ditenetukan sulit untuk mencarinya dan kapan akan kembali kepermukaan
Dengan arti lain ia berada dipinggir menepi dari lajunya perjalanan ibarat di jalan raya kota-kota besar, orang lalu jalan dengan kencang dan cepat saling rebut merebut ia berhenti dengan alasan tersendiri dalam dirinya.
Zaman memang boleh berkembang keyakinan tetaplah tegak bediri atau istikomah betapa pun besarnya godaan dan cobaan hidup manusia tidak boleh terpengaruh dengan imimng-iming pekerjaan, harta yang banyak, uang yang banyak, tapi apa gunanya selamanya tersesat biarlah bersusah payah tetapi selamat di dunia dan di akhirat.
Betapa banyak sekarang ini akidah dan keyakinnannya berobah dan hilang gara-gara tuntutan hidup, membiayai kebutuhan rumah tangga belum lagi biaya pendidikan, biaya berobat, biaya lainnya, menuntut seserang harus ekstra dalam menjalani hidupnya karena sulitanya pekerjaan banyak pengangguran dengan mudah ia terima tawaran tetapi hilang akidah dan kehormatan, pantas kata H Roma Irama 1001 macam cara orang cari makan dari menjula koran sampai menjual kehormatan
dari itu manusia tidak boleh bosan-bosannya meminta perlindungan kepada Allah agar selalu diberi jalan lurus itulah yang dibaca 17 kali dalam sehari semalam dalam shalat yaitu surat al fatihah ihidinas sirotol mustaqim, minta perlindungan hanya kepada Allah ditengah zaman yang begitu tidak lagi mengenal persahabatan tidak mengenal hidup kita sempit atau lapang.
anehnya, banyak pula yang memanfaatkan keadaan bukan membantu tetapi menjerumuskan dikira membawa keuntungan ternyata membawa kemelaratan, orang yang dalam keadaan terjepit dengan mudah ia terima tawaran apa pun yang penting ada harapan ia mendapatkan solusi dalam permasalahan
disini juga manusia dituntut untuk selalu waspada dan berhati-hati walaupun dalam keadaan sempit dan terjepit tetaplah tanya hari nurani yang sesungguhnya tidak boleh mudah terpengaruh oleh rayuan setan yang dapat menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan.

0 Komentar