Sedekah pasti Berkembang


 

Photo by RDNE Stock Project (Sumber : Pexels.Com ) 


Sedakah, tidak pernah mengurangi harta kita tetapi malah sebaliknhya harta kita akan terus bertambah, ini bisa menjadi sumber inspirasi kepada yang lain seperti disebutkan Allah didalam al-Qur'an surah Keutamaan bersedekah terdapat dalam al-Qur’an surah al-Baqarah [2] : 261. Sebagai berikut :

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah [2] : 261)[1]

 Menurut  Wahbah  al-Zuhaili makna dari kata  Wallahu yudhaifu liman Yasya’   dan berdasarkan   keikhlasan   amal   seseorang, Allah  SWT  akan  melipatgandakan  pahala bagi     mereka.     Bahkan Allah     SWT menambahkannya  di  atas  itu.  Balasan dan hadiahnya  tidak  terbatas,  sangat  bervariasi dan   banyak.   Siapa   yang   berhak   atas pelipatan manfaat ini dan siapa  yang tidak hanya diketahui oleh Allah.Menurut  Wahbah  al-Zuhaili  tafsir ayat   di   atas   menunjukkan   bukti   bahwa Allah SWT memperbanyak amal kebaikan manusia  sebagaimana  Dia  menumbuhkan benih  tanaman  yang  ditanam  oleh  orang-orang   baik   dan   subur. [2]  Sebuah   riwayat hadits    juga    menjelaskan    pahala    yang berlipat  ganda  hingga  700  kali  lipat  untuk perbuatan   baik ayat   ini menjelaskan beberapa   moral   dan   persyaratan   yang diperlukan  untuk  memenuhi  syarat agar mendapatkan  pahala  yang  serupa  dengan ini  di  akhirat,  termasuk  menahan  diri  dari memuji sumbangan dengan menyebutkannya   dan   menahan   diri   dari menganggap   tinggi derajatnya   daripada penerima    sedekah.   

Selain    itu,    hindari melakukan apa pun yang akan menyinggung  atau  membuat  marah  orang yang menerima sedekah, dan menahan diri dari   menuntut balasan atas   pemberian tersebut.   Balasan   sempurna   yang   tidak dapat   diukur,diberikan   kepada   mereka yang  melakukan  tindakan  kedermawanan dengan  ikhlas tanpa  menyakiti  perasaan penerima.Adapun teruntuk orang-orang yang  pelit dan enggan  berinfak di  jalan Allah pasti    mereka    akan    mengalami penyesalan  di  hari  kemudian.

 

Dapat kita simpulkan bahwa terdapat berbagai  penafsiran  terhadap  istilah ikhlas dalam “sedekah dan infak” dalam konteks ini.  Pertama,  ikhlas  dalam  arti  melakukan amal semata-mata dengan tujuan beribadah kepada   Allah   dan   tanpa   mengharapkan imbalan kepada-Nya. Dia tidak mengharapkan  apa  pun  dari  orang-orang, apalagi   pengakuan   atau   status   sebagai seorang    dermawan.    Kedua,    keikhlasan yang  menimbulkan  rasa  syukur  yang  lahir dari   pengetahuan   dan   keyakinan   bahwa rezeki dan harta seseorang tidak lain adalah

Keutamaan-Keutamaan sedekah dan infak berdasarkan hadis Nabi meliputi; pertama, jangan menghitung-hitung dalam berinfak dan berinfak tidak akan membuat seseorang   menjadi   miskin.[3] Kemiskinan  adalah  ancaman  serius bagi   manusia   dan   banyak   orang   yang kehilangan peradaban mereka hanya karena kekurangan.  Oleh  karena  itu,  seperti  yang disampaikan  oleh  Nabi  bahwa  kekurangan itu mendekati kekufuran. [4]

kedua,  Sedekah tidak  mengurangi harta.  Memberikan  sedekah  secara  materi akan  mengurangi  kekayaan.  Tetapi  Allah akan menggantinya dengan pahala. Bahkan sudah  dijelaskan  dalam  beberapa  ayat  Al-Qur'an bahwa setiap harta yang digunakan untuk memberikan sedekah akan digantikan oleh Allah.[5]

 

KESIMPULAN
            diantara keutamaan sedakah adalah akan dilipat gandakan oleh Allah SWT Balasan dan hadiahnya  tidak  terbatas,  sangat  bervariasi dan   banyak. Selanjutnya manfaatnya adalah tidak akan membuat seseorang   menjadi   miskin karena sejatinyanya orang bersedekah akan bertambah hartanya, kalau tidak hartanya keberkahan hidupnya terus membaik (ziyadat al-khair). Kemudian Sedekah tidak  mengurangi harta.  Memberikan  sedekah  secara  materi akan  mengurangi  kekayaan.  Tetapi  Allah akan menggantinya dengan pahala. Bahkan sudah  dijelaskan  dalam  beberapa  ayat  Al-Qur'an bahwa setiap harta yang digunakan untuk memberikan sedekah akan digantikan oleh Allah.





[1] Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, (Jakarta: Departemen Agama RI, 2005)

[2]Wahbah Al-Zuhaili, Tafsir  Al-Munir  (Jakarta : Gema Insani 2016)

[3] Al-Qurthubi. Jami’ul al-Ahkam Al-Qur’an.( Dar al-Kutub al-Ilmiyyah (1993).

[4] Qadir,  A.  Zakat  Dalam  Dimensi Mahdah dan Sosial  ( Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2001).

[5] Dhoki     Dhofri,     D Analisis Efektivitas   Pola   Alokasi   Zakat, Infak,   Sedekah   di   Badan   Amil Zakat Nasional Kabupaten Samping. Jurnal of Social Community, 6, 4 .     (2021).    


Posting Komentar

0 Komentar