Hari ‘Asyūra perbanyak munajat
Oleh : Mara Ongku Hsb, MH
Pada hari ini Sabtu, tepat pada tanggal 10 Muharram 1442 H setelah 9 hari memasuki tahun barus Islam mengingatkan kita semua umat Islam sejarah yang sudah silam kita buka lagi kita peringati lagi dimana pada 10 Muharram ini dikenal dengan hari ‘asyūra ada beberapa kisah yang harus diungkap pada kejadian ini, seperti pada 10 Muharram ini : Nabi Adam 'alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. Selamatnya Nabi Ibrahim 'alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar. Nabi Yusuf 'alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah. Nabi Ayyub a.s disembuhkan Allah dari penyakitnya, beliau sakit 18 tahun lamanya, Nabi Yunus dikeluarkan oleh Allah dari perut ikan, Nabi Yusuf a.s dipertemukan dengan nabi Yakub, as. Nabi Yakub a.s disembuhkan dari penyakit buta selama 40 tahun beliau menangis merasa berdosa kepada Allah Swt karena tidak bisa mengurusi Yusuf.
Dari riwayat tadi ada beberapa kejadian luar biasa yang Allah Swt berikan kepahitan berbalik dengan kemudahan oleh karena itu kita ambil hikmahnya perbanyaklah doa di bulan Muharram 1442 H ini terlebih di hari 10 Muharramnya, kita lakukan puasa sunnah tanggal 9 disebut dengan puasa tasu’ah tanggal 10 disebut dengan puasa ‘asyūra. Selain itu kita perbanyak zikir, do’a-do’a, sunnah mandi malam karena dikisahkan pada malam itu seluruh air dibumi seperti layaknya air zam-zam yang ada di Makkah dengan harapan mandi tersebut dapat mengangkat segala penyakit dibadan setahun kedepan, ada bagusnya juga kita puasa dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram agar do’a dan keinginan kita terkabul.
Kemudian pada 10 Muharram tahun 61 H juga yang sangat bersejarah gugurnya Husein bin Ali bin Abi Thalib di Karbala oleh rezim Yazid bin Muawiyah karena kekerasan dan keserakahan dunia syahwat politik yang tidak terbendung oleh kelompok Yazid bin Muawiyah dimana pada awalnya adem-adem saja antara Mu’awiyah dengan Husein namun karena Yazid diangkat sebagai mahkota Husein menolak untuk berbaiat kepada Yazid. Sangat disayangkan dan berita duka umat Islam terjadi pertikaian yang sangat dahsyat, satu sisi Husein bin Ali berniat baik supaya tidak ada pertumpahan darah berdamai namun sisi kelompok Yazid bin Muawiyah ingin dinobatkan sebagai khalifah pemimpin pemegang kendali kekuasaan, hidup memang tidak bisa diramalkan apa yang terjadi esok hari (gadan) dimana awalnya para pengikut Husein sudah melarang unutuk pergi ke Iraq karena suasan yang tidak mengizinkan mereka sudah mengatakan kepada Husein untuk kembali ke Makkah , namun Huseni pun tetap dalam pendiriannya untuk tetap berangkat kesana menjemput semangat kebangkitan karena dukungan pendukung Husein seiktar 30.000 orang siap untuk berbaiat berjanji akan membela dan mempertahankan khalifah Husein bin Ali, keberbangkatan Husein tidak dibiarkan oleh pengituknya tercatat diawal perginya 32 orang menunggang kuda dan 40 orang berjalan kaki.
Kelompok pendukung Yazid bin Muawiyah pun tidak tanggung-tanggung mereka sudah memprediksi bahwa dibelakan pasukan Husein pasti banyak lagi yang siap membantu sehingga gubernur Abdullah bin Ziyad yang pro kepada Yazid mempersiapkan dan mengirim paskan sebanyak 4000 orang dibawah pimpinan Umar bin Sa’id.
Jika dibandingkan dengan kelompok Husein sangat tidak seimbang perlawanannya sebelum sampai di Kufah mereka sudah mempersipakan untuk mengepung lebih dahulu di Kufah kelompok Husein dan Abdullah bin Ziyad memerintahkan pasukan untuk mengangkap Husein, sehingga salah satu kelompok Husein berhasil oleh mereka tangkap dan hukum mati yaitu Muslim bin Uqail utusan Husein, dengan kejadian ini mulailah memanas Husein pun sudah menerima laporan penyerangan Abdullah bin Ziyah atas suruhan Yazid bin Muawiyah, dan alasan ini yang tidak ada alasan untuk mereka tidak pergi sampai ditengah perjalanan romobongan bertemu dengan 2.000 orang yang diperintahkan untuk menghadang.
Singkat cerita terjadilah perlawanan antara kelompok Husein dengan kelompok pendukung Yazid bin Muawiyah disore terjadilah perlawanan yang tidak diinginkan dan yang tidak seimbang jika dilihat dari segi jumlah sangat tidak mungkin kelompok Husein mendapatkan keselamatan sehingga beliau gugur dalam perlawanan tersebut Husein sempat mendapat perlidungan dari seorang anak muda dan gagah berani melindungi Husein dari kekejaman mereka anak tersebut tidak menghiruakan sempat Zainab anak Husein melarang jangan lakukan karena berbahaya sehingga tangan anak tersebut putus, sementara Husein menghibur anak tersebut kelak dia akan bertemu bersama para neneknya di surga. Suasana yang begitu panas, haus, lengahnya Husein inilah diambil kesempatan oleh mereka Ibnu Syariq menebas lengannya, Sinnan bin Anis menusuk dadanya, Syammar bin Ziljausan memanggal lehernya lalu memamerkan kepala Husein pada ujung tombaknya sungguh sadis perlakuan mereka terhadap Husein bin Ali, hingga kepala Husein dan wanita beserta putra Husein dibawa ke kota Kufah untuk dipersembahkan kepada gubernur Abdullah bin Ziyad, kemudian dikirim dengan suatu perutusan kepada khalifah Yazid di Damaskus. Namun dalam catata sejarah pun Yazid menangis ketika menyaksikan kepadal Husein diatas baki yang dikirm oleh utusan air matanya berlinang dan berkata:” aku tidak memerintahkan untuk membunuh Husein tertkutuklah kau anak Marjanah (ibu Ibn Ziyad) seandainya aku berada disitu pasti aku memberikan ampunan kepadanya.” Tapi apalah nasi sudah menjadi bubur kata orang sekarang dan dulu sudah terlambat. Tapi lebih baik menyesali dan bertaubat dari pada tidak sama sekali.
Semoga Husein diberikan tempat yang baik disisi-Nya, tubuh beliau dimakamkan di Karbala yang sekarang terletak di Iraq di negara ini menjadi kota suci bagi kaum Syi’ah. Sedangkan kepala Husein atas perintah khalifah Yazid dikuburkan dengan penuh penghormatan di Madinah di sisi makam ibunda dan saudaranya Hasan bin Ali. Maka dihari 10 Muharram ini kita perbanyak doa kita kirimkan kepada beliau Husein bin Ali karena beliau adalh zurriyatnya Nabi Saw sewaktu Husein masih kecil Nabi Saw sangat menyayanginya. Dengan kita mencitai zurriyatnya Nabi Saw tentu kita sebagai umatnya pasti dicintainya dan mendapatkan safaatnya dihari kemudian kelak ketika harta, anak, tidak berguna lagi. Mari kita lakukan ibadah-ibadah sunnah diatas disamping itu kita mendapatkan pahala ganjaran keutamamaan termsuk puasa pada hari ini yang luar biasa dari Allah Swt sebagaimana dalam sabda Nabi Saw sebagai berikut:
سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977)Mari kita ambil hikmah dari peristiwa-peristiwa silam yang sangat berharga diatas keajaiaban-keajaiban yang datang dari Allah Swt yang sulit ditangkap nalar manusia tetapi kalua sudah Allah yang berkehendak apa yang tidak mungkin, kun fayakun. Layaknya ini kita bawa dalam mengatasi berbagai permasalah kehidupan sehari-hari yang kita alami kadang kita anggap tidak mungkin bisa melewati masalah namun apa sampai sekarang kita masih eksis (edukatif, konsisten, sistematis, dan sehat).

0 Komentar