Belajar Menghindari Kesalahan

 

Mengikuti pandangan yang salah enak memang tapi sesaat menderitanya lama kelak diakhirat karena dibalas sebagai sebuah contoh mata tidak dijaga.

Hati juga bila diikuti nampaknya senang kalau menggibah menceritakan keburukan orang lain, hati seperti rasanya puas kali dalam perasaan kita tapi hanya sesaat bahkan kita menyesal juga karena merasa bersalah membuka aib saudara padahal sudah berjanji tidak akan membukanya kepada yang lain

Rasa malas juga bila diikuti enaknya hanya sesaat namun setelahnya baru terasa menyesal, makanya ada jargon yang sering disebut orang 'menyesal itu selalu diakhir kalau didepan namanya registrasi atau pendaftaran' 

mengikuti hawa nafsu tidak ada ujungnya, sudah dapat ini dapat itu, masih juga mencari ini dan itu begitu seterusnya, ia akan terus bekerja kepada setiap golongan baik ia kaya atau miskin, kalau ia kaya  seperti disebutkan oleh Imam Ibn 'Athaillah akan membuka ruang nafsu jadi melebar ingin memiliki segala sesuatu, sementara kalau miskin nafsu akan sering puasa karena tidak bisa memiliki ini itu, apalagi yang branded. 

segala sesuatu mesti dipikirkan sebelum berbuat, bagaimana konsekuennya, kalau badan berbuat salaha yang rugi adalah badan sendiri, bukan orang lain yang rugi tanpa disadari ketika mengkitu nafsu maka kerugian dalam diri sedeng jalan dan terus berkembang hingga lama-lama menjadi parasit yang membunuh yang diawali dari toxic.  

Sebagai sebuah solusi ketika ingin berbuat salah atau dosa hendaknya kita menundukkan pandangan dan banyak-banyak memohon ampun kepada Allah dengan membaca astaghafirullahal 'adzim. Dengan demikian kita akan mendapat perlindungan dari Allah. []

Posting Komentar

0 Komentar