Pertemuan Ramadhan ditengah kerinduan yang dahsyat
Diterapkannya beberapa kebijakan pemerintah berakibat fatal yang mungkin tidak bisa diterima secara hati oleh publik namun diterima secara fakta dan realitasnya sampai sekarang ini, termasuk kegiatan dan aktifitas dibulan Ramadhan yang biasanya bulan yang ditunggu tiba-tiba bulan Ramadhan tidak sama dengan yang diinginkan hari ini, sehingga Ramadhan menjadi bulan yang dirindukan tahun ini secara dahsyat ingin memeluk secara erat-erat beribadah tarawih secara berjamaah di masjid mendengarkan tausiyah, tadarus bersama di masjid buka bersama takbir keliling yang dapat menyembuhkan kerinduan yang bertahun dan menumbuhkan keharmonisan ditengah masyarakat dan mampu mengeratkan hubungan secara horizontal, dan secara vertikal kepada-Nya dan semoga tahun bulan Ramadhan ini tetap sama nilainya disisi Allah Swt walaupun hamba-Nya tidak lagi seperti biasanya.
Sudah dikaji dan diteliti oleh fatwa ulama dan kebijakan pemerintah ternyata satu-satunya jalan ampuh untuk menuntaskan pandemi ini adalah dengan menghindari kerumunan hal itu biasa dilakukan seperti shalat berjamaah dan tarawih bersama di masjid adalah jalan yang paling solusitatif untuk memutus mata rantai covid-19. Namun menjadi kontradiktif dengan sebagian masyarakat karena begitu rindunya yang dahsyat dengan aktifitas kegiatan Ramadhan yang penuh kegembiraan dan bulan ibadah.
Walaupunu volume kerinduan kita hari ini bisa dikatakan sudah full dan sangat tinggi namuan tetap kita lihat realita lingkungan hari ini yang tidak lagi sehat atau krisis kesehatan, kalau kita ingin rasa rindu kita itu tetap indah menjadi kita rasakan dengan anak cucu kita kedepan siap tidak siap harus kita korbankan demi keselamatan jiwa kita bersama dan ini semua dibuat oleh pemerintah dengan surat edarannya tentu untuk kepentingan bersama, kalau kita mau bersama shalat berjamaah dimasjid duduk bersama bersilaturrahim dan bercerita bersama di kedai kopi tentunya kita harus menjaganya hari ini dengan mengikuti arahan dari pemerintah dan fatwa ulama tanpa harus melawan arus, karena yang namanya melawan arus tidak baik dan melanggar lalu lintas.
Mari kita bangun dan perkuat rasa rindu kita pada Ramadhan ini secara individual karena kita untuk sementara ini tidak bisa secara jamai shalat dan tarawih dirumahlah secara berjamaah bersama keluarga. Kerinduan kita yang dahsyat kita Ramadhan bersama pasti akan terwujud lagi dimulai dari diri kita sekarang. Mari kita lakukan pertaubatan global supaya Allah Swt segera mengangkat wabah ini.

1 Komentar
Terimakasih
BalasHapus